Cara Menghitung Dividen Saham Dengan Mudah, Cocok Untuk Pemula

0
96
Cara Menghitung Dividen saham

Cara Menghitung Dividen Saham Dengan Mudah, Cocok Untuk Pemula – Dalam melakukan investasi saham, investor mempunyai potensi memperoleh keuntungan berbentuk capital gain dan dividen. Capital gain ialah keuntungan yang didapat investor saat jual saham pada harga semakin tinggi dibanding harga membeli.

Dalam pada itu, dividen ialah sisi dari keuntungan perusahaan yang dikasih ke pemegang saham atau investor. Dividen umumnya dikasih ke pemegang saham sesudah memperoleh kesepakatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Melakukan investasi saham ialah antara opsi untuk investor nikmati pendapatan pasif. Saham juga sebagai jalan keluar menabung dengan tidak turunkan nilai ganti. Tempatkan dana di saham karena itu nilai uang tidak jadi berkurang karena inflasi. Terus, investor juga berpeluang memperoleh dividen.

Cara menghitung dividen penting untuk dimengerti oleh faksi eksekutor perusahaan dengan keadaan sahamnya dipisah ke beberapa faksi. Dividen sendiri bisa disimpulkan sebagai keuntungan perusahaan yang selanjutnya jadi hak hasil seorang pemegang saham atas keuntungan perusahaan.

Dividen yang dibagi ke pemegang saham itu bisa berbentuk dividen tunai atau dividen saham. Sama sesuai namanya, dividen tunai diberi berbentuk uang, sementara dividen saham diberi berbentuk saham.

Saat melakukan investasi, beberapa investor saham bukan hanya membidik capital gain, tetapi dividen. Investor saham yang membidik dividen umumnya ialah investor periode panjang yang tidak lakukan transaksi bisnis saham dalam kurun waktu harian.

Artikel ini akan membahas cara menghitung dividen yang diberi sebuah emiten ke pemegang saham. Harus diingat, pemerintahan berlakukan pajak dividen sejumlah 10%. Dengan begitu, tiap dividen perlu dikurangkan pajak sejumlah 10%.

Baca: Cara Investasi Saham Online Modal Kecil

Apa itu Dividend Per Share

Secara harfiah dividen sebagai keuntungan atau penghasilan perusahaan pada masa tertentu. Keuntungan yang dikatakan sebagai deviden ini nanti akan dipisah ke beberapa pemilik saham perusahaan. Dividen (keseluruhan) akan dibagi berdasar lembar saham yang dipunyai oleh masing-masing pemegang saham, ini dikenali dengan panggilan dividend per share.

Bila dividen ialah keseluruhan keuntungan yang dipunyai perusahaan, dividend per share ialah sisi dividen sebagai hak pemilik saham. Besarnya dividen akan tergantung pada lembar yang dipunyai pemegang saham di saat itu. Oleh karenanya, dividend per share disebutkan dividen per saham.

cara menghitung dividen saham

Kapan dan Bagaimana Proses Pembagian Dividen Dilaksanakan?

Umumnya pembagian dividen akan dilaksanakan setahun sekali-meski juga bisa terjadi satu tahun 2x. Ada banyak hal yang perlu dijumpai masalah agenda pembagian dividen nih, yakni :

Tanggal informasi (declaration date), yakni tanggal dipublikasikannya dengan cara resmi pembagian dividen oleh emiten, mencakup tanggal pendataan, tanggal pembayaran, dan besarnya dividen kas per lembar yang hendak dibagi.

Tanggal pendataan (date of record), yakni tanggal dilakukan pendataan pemegang saham yang memiliki hak atas pembagian dividen yang diperkirakan.

Tanggal cum-dividend, yakni tanggal paling akhir kegiatan perdagangan saham untuk turut dihitung haknya untuk memperoleh dividen.

Tanggal ex-dividend, yakni tanggal saat tidak hak penghitungan pembagian dividen. So, jika investor ada yang beli saham pada tanggal ini dan selanjutnya, karena itu investor itu tidak memperoleh hak dividen. Perlu tunggu pembagian dividen selanjutnya kembali.

Tanggal pembayaran (payment date), yakni hari pembayaran dividen oleh emiten ke investor yang telah dicatat.

Tiap ada agenda pembagian dividen, mekanisme yang merujuk pada agenda pembagian dividen sama seperti yang diterangkan di atas. Mencakup:

  • Penetapan beberapa nama pemegang saham yang memiliki hak terima dividen yang dibagi
  • Tentukan distribusi dividen yang dibagi, dapat lewat KSEI atau broker tempat investor memberikan dananya.
  • Tentukan waktu, kapan dividen mulai bisa dibagi ke beberapa rekening investor, sama sesuai daftar yang telah dibikin.
  • Perhitungan pajak atas dividen 10% (pada RUU Omnibus Law pajak tipe ini akan di hapuskan)

Baca: Mengapa Investasi Saham Merupakan Investasi Jangka Panjang

Tipe-Tipe Dividen

Cara menghitung dividen terkait dengan beberapa jenis dividen tersebut. Ada lima tipe dividen. Berikut ialah keterangan masing-masing tipe dividen.

1. Dividen Tunai

Sama dengan namanya, Dividen Tunai ialah tipe dividen yang pembayarannya dilaksanakan berbentuk uang tunai. Biasanya, sebuah perusahaan akan membayar dividen ini secara periodik atau setahap sama sesuai saat yang sudah disetujui. Pembayarannya dapat dilaksanakan sampai 4x dalam kurun waktu setahun dan akan dikenakan pajak (atau mungkin tidak menurut ketentuan terkini).

2. Dividen Saham

Dividen Saham ialah pembayaran dividen oleh perusahaan ke pemilik saham berbentuk saham tambahan. Perhitungan yang paling umum ialah didasari pada pembagian jumlah saham yang dimiliki shareholder. Agar tidak mengganti kapitalisasi pasar, pembagian dividen saham dilaksanakan dengan cara menambahkan jumlah lembar saham sekalian kurangi nilai setiap lembar saham itu.

3. Dividend Likuidasi

Dividen likuidasi biasanya dilaksanakan pada saat-saat paling akhir sebuah perusahaan berdiri. Pada dividen likuidasi, dividen yang dibayar untuk pemilik saham bukan seutuhnya keuntungan tetapi modal. Pembayaran ini jadi wujud pengembalian modal dengan cara cairkan aset yang sisa saat sebelum alami kemunduran keseluruhan.

4. Dividend Skrip

Selainnya uang tunai dan saham, pembayaran bisa juga dilaksanakan berbentuk surat utang. Maknanya, perusahaan jadi punyai utang ke pemilik saham yang semestinya memiliki hak untuk memperoleh dividen. Tetapi, dalam surat itu akan tercatat berkenaan kapan pembayaran utang akan dilaksanakan oleh perusahaan.

Ini cukup memberikan keuntungan untuk pemilik saham karena surat hutang yang diedarkan akan berbunga hingga kemudian dibayar. Dividen tipe ini umumnya dilaksanakan karena minimnya jumlah uang tunai yang dipunyai oleh perusahaan karena sudah dipakai untuk beli aset fisik.

5. Dividend Property

Saat sebuah perusahaan beli atau sudah menginvestasikan uangnya pada benda fisik, karena itu cara pembagian dividen yang bisa dilaksanakan ialah pada tipe Dividen Properti. Tetapi, ini jarang muncul karena cukup susah membagikan properti secara rata. Biasanya properti akan diganti jadi uang lebih dulu baru selanjutnya dipisah ke pemilik saham.

Cara Menghitung Dividen Saham

Sebuah contoh, Aset Invest ialah investor saham yang mempunyai 80 lot atau 8000 lembar saham PT Investasi Emas. Satu saat, PT. Investasi Emas memilih untuk membagikan dividen tunai sejumlah Rp70.56 per lembar. Berapakah dividen yang diterima Aset Invest?

Dividen saat sebelum pajak= 8000 lembar x Rp70.56
= Rp564.480

Dividen sesudah pajak = Rp564.480 – (Rp564.480 x10%)
= Rp508.032

Dengan begitu, dividen yang diterima Aset Invest dari miliknya atas 8000 lembar saham PT. Investasi Emas ialah Rp508.032. Dividen itu akan ditransfer ke rekening Aset Invest. Selainnya dari dividen ini, Aset Invest mempunyai potensi memperoleh capital gain jika jual Saham PT. Investasi Emas pada harga semakin tinggi dibanding harga belinya. SUmber terkait : Wikipedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here